Para pemimpin IT menghadapi tantangan dalam mengelola semakin banyak teknologi yang sering kali terfragmentasi dan harus menyampaikannya dengan sukses kepada pengguna akhir yang menginginkan pengalaman yang sederhana. Namun, lanskap teknologi saat ini sangat kompleks dan beragam.
Menyederhanakan IT mengharuskan kita untuk memikirkan kembali proses dan apa yang kita maksud dengan “pengalaman.”
Pengalaman yang terintegrasi menunjukkan kepada kita apa yang mungkin terjadi ketika teknologi, aplikasi, dan jaringan bekerja secara harmonis. Menyederhanakan perjalanan end-to-end, termasuk sistem back-end dan pengalaman pengguna akhir, membawa tantangan, risiko, dan peluang tersendiri.
Dengan wawasan dari para pemimpin IT lintas sektor, kita dapat mengeksplorasi aspek mana yang perlu disederhanakan dan bagaimana hal tersebut dapat menciptakan pengalaman yang lebih unggul.
Menyederhanakan Back-End
Baik karena dorongan internal maupun eksternal, inovasi sering kali menghasilkan lebih banyak sistem dan peningkatan kompleksitas. Jika diperiksa lebih dekat, sering kali terlihat kombinasi sistem baru dan lama yang menghabiskan anggaran, membingungkan pelanggan, dan menekan keuntungan.
Salah satu faktor utama dalam kompleksitas ini adalah kompatibilitas dengan sistem lama. Tantangannya bukan hanya sekadar menghapus sistem lama yang tidak lagi diperlukan, tetapi juga memaksimalkan nilai dan efisiensi operasional dari sistem lama dan baru secara bersamaan. Inilah inti dari penyederhanaan IT.
Graeme Howard, mantan CTO dan CIO di Covea Insurance, menyebut sistem lama sebagai tantangan dalam transformasi digital organisasinya. “Kami membangun banyak platform dan fungsi baru, tetapi kami juga memiliki banyak platform lama yang terlalu mahal untuk diubah.”
Dalam upaya meningkatkan pengalaman pelanggan, personalisasi, dan pemanfaatan data, sistem lama sering kali menjadi hambatan. Graeme mendorong para pemimpin IT untuk tetap gigih dan terus mencari solusi dalam menghadapi tantangan ini.
Fokuslah pada kesan pertama, kata Graeme. Jika pelanggan atau pengguna internal kesulitan mengakses sistem atau membeli produk, perusahaan bisa kehilangan pelanggan dan pendapatan.
Menyederhanakan untuk Pelanggan
Menyederhanakan IT bukan hanya tentang menyembunyikan kompleksitas dari pelanggan, tetapi juga melibatkan mereka dalam perancangan pengalaman tersebut.
Alih-alih mengandalkan pelanggan untuk mencari dan menyesuaikan produk sesuai kebutuhan mereka, Archana Jain, CTO di Zurich Insurance Group, melihat penyederhanaan IT sebagai peluang untuk menawarkan produk dan layanan yang tepat waktu.
Sebagai contoh, jika pelanggan ingin bepergian, alih-alih melalui proses panjang dalam memesan asuransi perjalanan untuk penerbangan, hotel, dan penyewaan mobil, Jain mengusulkan solusi yang lebih sederhana. Asuransi perjalanan bisa terintegrasi langsung dalam pengalaman perencanaan perjalanan pelanggan, memungkinkan mereka untuk membeli asuransi hanya dengan satu klik. Ini menjadi keuntungan bagi semua pihak.
Menyederhanakan untuk Mengelola Risiko
Sebagai pemimpin IT, kita harus gesit dalam memimpin transformasi digital. Penyederhanaan IT yang bertanggung jawab juga harus mencakup bagaimana kita mengelola risiko.
Pemimpin yang sukses dalam strategi penyederhanaan IT harus bisa menyeimbangkan nilai bisnis, kebutuhan bisnis, dan sistem lama. Joanna Pamphilis, Senior VP dan CDIO di UniCredit, percaya bahwa perusahaan harus realistis dalam menghapus sistem lama dan tetap memberikan nilai sambil mengelola perubahan secara bertanggung jawab.
Jain dari Zurich Insurance Group mencontohkan bagaimana peringatan operasional bisa menjadi pedang bermata dua. Teknologi yang awalnya dirancang untuk meningkatkan proses, justru dapat memperumitnya.
Tim IT di Zurich menangani ribuan peringatan untuk mendeteksi masalah server. Ironisnya, teknologi yang dimaksudkan untuk mengelola risiko justru meningkatkan risiko, karena keterbatasan tenaga manusia dalam menangani setiap peringatan. Untuk mengatasi tantangan ini, Zurich kini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menyaring peringatan yang tidak relevan, sehingga tim IT dapat fokus pada masalah yang benar-benar penting.
Ronald Martey, CISO di GCB Bank, menekankan pentingnya konsolidasi data pelanggan, karyawan, dan data lainnya untuk bersikap proaktif dalam mengelola risiko. Dia mengajak pemimpin IT untuk bertanya, “Data apa yang bisa saya pindahkan ke cloud tanpa melanggar regulasi privasi dan keamanan?”
Menyederhanakan untuk Masa Depan
Dari digitalisasi hingga transisi ke model kerja hybrid, setiap era transformasi digital selalu berfokus pada bagaimana organisasi dapat melayani pelanggan dan mengembangkan bisnis dengan lebih efisien, andal, dan aman.
Proses penyederhanaan IT mengharuskan kita untuk mengevaluasi seluruh aspek bisnis, mulai dari interaksi pelanggan hingga sistem back-end, serta peran data dalam proses tersebut. Ini bukan hanya tentang mengganti sistem lama, tetapi tentang memodernisasi metode tradisional secara bertahap, tanpa terburu-buru mengganti semuanya sekaligus.
Era penyederhanaan IT akan menghadirkan tantangan tersendiri, seperti era transformasi sebelumnya. Namun, hasil akhirnya adalah infrastruktur IT yang lebih sederhana, pengalaman yang lebih terintegrasi, serta koneksi yang lebih baik antara pelanggan, tim, teknologi, aplikasi, dan jaringan yang bekerja secara harmonis.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci pertumbuhan bisnis. meraki indonesia menyediakan solusi terbaik, mulai dari jaringan, storage, cloud, hingga keamanan siber, yang diintegrasikan oleh iLogo Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Pelajari lebih lanjut di meraki.ilogoindonesia.id dan konsultasikan kebutuhan IT Anda dengan kami!
